|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Sunday, 16 November 2008 |
|
Saya baru sadar, baru ngeh ternyata, Soekarno pernah mengatakan "Aku adalah budak bagi rakyatku sendiri", KH Ahmad Dahlan pernah mengingatkan bahwa Pemimpin itu sedikit bicara tapi banyak bekerja, PK-Sejahtera Online: PKS diserang dari berbagai golongan terkait dengan iklannya yang dikatakan ‘menjual’ nama para pahlawan. Beberapa di antaranya menuduh PKS telah mempolitisir para pahlawan untuk kemenangan sesaat. Benarkah tuduhan itu? Jawabannya adalah tergantung siapa yang ditanya. Bagi para elit yang kecolongan mungkin iya, tapi bagi masyarakat bawah mungkin tidak. Karena mereka bisa mengambil manfaat dan ilmu dari iklan itu. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 16 November 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Sunday, 16 November 2008 |
|
Tifatul membantah. “Tidak ada kader PKS yang mendekati Cendana untuk mencari dana atau lobi politik. Kami larang kalau ada kader yang mendekati Cendana. Tolong, jangan lakukan itu. Itu akan mencederai partai kita,” katanya. PK-Sejahtera Online: Tifatul Sembiring akhirnya ‘melawan’. Di tengah serangan terhadap iklan yang kontroversial, dia mempertahankan sikap Partai Keadilan Sejahtera. “Kamilah yang menghargai mereka sebagai pahlawan,” katanya. Dua kali menayangkan iklannya di televisi, PKS menuai kontroversi. Iklan pertama mereka menuai kecaman dari kalangan NU dan Muhammadiyah karena PKS membawa-bawa ikon mereka, KH Hasyim Asyari dan KH Ahmad Dahlan. Kini, PKS menayangkan foto mantan Presiden Soeharto. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 16 November 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Saturday, 08 November 2008 |
|
Bayan Dewan Syari’ah Pusat Partai Keadilan Sejahtera Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillahi rabbil alamin wasshalatu wassalamu ‘ala sayyidil mursalin, nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in. Wa ba’du.. Fenomena partai da’wah PKS dalam blantika perpolitikan nasional telah mengundang banyak hal. Ada ketercengangan, ada pertanyaan, ada pula kekhawatiran bahkan kecurigaan. Menghadapi laju PKS di ranah politik sekaligus ranah da’wah, berbagai pihak melakukan ragam cara. Bertambah banyak yang simpati lalu mendukung, tapi tidak sedikit yang menebar halang rintang dengan langkah politis, bahkan ada yang menebar kedustaan dengan isu keagamaan. Cara yang terakhir ini berulang kali dimunculkan barbarengan dengan perjuangan politik PKS melalui pemilu legislatif dan pilkada. Kedustaan (iftira) dengan isu keagamaan itu berupa sebutan atau stempel yang sembarangan dan sama sekali mengabaikan perintah Islam untuk klarifikasi (tabayyun) baik dengan meruju dokumen-dokumen PKS maupun dengan menanyakan secara langsung kepada pihak yang berkompeten di PKS. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 16 November 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Tuesday, 04 November 2008 |
|
JAKARTA - Strategi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam membuat iklan politik dengan mengadopsi tokoh nasional sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Hasyim Asy'ari, patut diapresiasi. PKS dianggap mampu memanfaatkan peluang dibandingkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). "Itu cara bagus. PKS sangat cerdas dan pintar dalam marketing. PKB sendiri yang memiliki tokohnya, tidak bisa mengambil peluang emas," ujar KH Nuril Arifin alias Gus Nuril usai diskusi rutin yang bertajuk 'Kongkow Bareng Gus Dur' di Utan Kayu, Jakarta, Sabtu (1/11/2008). |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 04 November 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Monday, 03 November 2008 |
|
INILAH.COM, Jakarta - Langkah PKS menampilkan tokoh-tokoh nasional, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy'ari dan Soekarno dalam iklan politiknya dinilai sudah tepat. Sebab tokoh-tokoh dalam iklan peringatan Sumpah Pemuda itu telah menjadi tokoh nasional lintas ideologi dan kelompok. "Semua kalangan juga dapat melakukan hal yang sama dengan menampilkan tokoh-tokoh nasional dalam iklan politiknya," kata Pengamat Politik Eep Saefullah Fatah, ketika berbincang dengan INILAH.COM, Kamis (30/10). |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 04 November 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 9 dari 78 |